STRUKTUR
SENI RUPA
1.
Struktur seni merupakan tata hubungan sejumlah
unsure unsur seni yang membentuk suatu kesatuan karya seni yang utuh, contoh
struktur seni dalam bidang seni rupa adalah garis, warna, bentuk, bidang dan
tekstur.
2.
Tema merupakan ide pokok yang di persoalkan
dalam karya seni, ide pokok suatu karya seni dapat di pahami atau atau dikenal
melalui melalui subject matter (pokok soal) dan judul karya. Pokok soal dapat
berhubungan dengan nilai estetis atau nilai kehidupan, contoh alam, alam kebendaan,
suasana, peristiwa dan metafora atau alegori.
3.
Medium adalah sarana yang di gunakan dalam
mewujudkan gagasan menjadi suatu karya seni melalui manfaat material atau bahan
dan alat serta penguasaan teknis berkarya.
4.
Gaya atau style berkarya seni merupakan cirri
ekspresi personal yang khas dari si seniman dalam menyajikan karyanya,.menurut
soedarso SP (1987) gaya adalah cirri bentuk luar yang melekat pada wujud
karyaseni. Sedangkan aliran berkaitan dengan isi karya seni yang di refleksikan
pandangan atau prinsip si seniman dalam menanggapi sesuatu.
A. Unsur Seni Rupa
Terciptannya sebuah karya seni
rupa tidak lepas dari peranan unsur – unsur seni rupa. Unsur – unsur seni rupa
antara lain : titik, garis, bidang, warna, tekstur dan gelap terang
(pencahayaan). Suatu karya merupakan gabungan elemen – elemen yang merupakan
unsur – unsur pokok seni rupa. Dengan norma – norma komposisi dan pemakaian
unsur unsur yang tepat seorang seniman akan dapat menghasilkan karya seni yang
bermutu
Seni rupa yang
sering kalian lihat di kehidupan sehari-hari itu, dibagi dua menurut
kegunaannya. Yakni, seni rupa murni dan seni rupa terapan.
Ø
Disebut seni rupa murni karena karya seni ini mengutamakan fungsi keindahan atau
hanya untuk dinikmati nilai atau mutu seninya dengan indera penglihatan.
Berikut ini adalah contoh karya seni rupa murni.
Ø
Sedangkan seni rupa terapan merupakan karya seni
rupa yang mengutamakan fungsi pakainya selain juga dinikmati mutu seninya. Seni
rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua, yakni seni kriya/kerajinan tangan
seperti ukiran, anyaman, keramik, topeng, serta batik, dan desain seperti ragam
hias, produk, interior, eksterior
Sedangkan
unsur seni rupa tersebut antara lain :
1. Titik
Titik
merupakan unsur rupa yang paling sederhana. Setiap menyentuhkan pensil untuk
pertama kali pada kertas akan menghasilkan titik. Unsur titik akan tampak
berarti pada karya seni rupa apabila jumlahnya cukup banyak atau ukurannya
diperbesar hingga menjadi bintik.
Lukisan tahun
1891 karya Georges Seurat ini dibuat dengan teknik pointilisme, gambar
terbentuk dari kumpulan titik (point). Dari jauh tak terlihat jelas bintiknya,
tapi lihat baik-baik maka kamu akan dapat melihat setiap bintik warna yang
digunakan Seurat
2. Garis
Garis adalah
kumpulan sejumlah titik yang sejajar, sama besar yang ditarik secara
bersambungkan. Garis memiliki dimensi memanjang dan punya arah, bisa pendek,
halus, tebal, berombak, melengkung, lurus dan lain – lain. Garis sangat dominan
sebagai unsur karya seni dan dapat pula membentuk berbagai karakter dan watak
pembuatnnya. Dengan demikian garis matang dan benar dapat pula membentuk kesan
tekstur (barik) dan nuansa ruang, serta volume. Garis dapat menggambarkan sifat
– sifat tertentu dari sesuatu dan juga dapat sebagai pernyataan emosi.
Garis dapat
juga berdiri sebagai garis itu sendiri tanpa mewakili sesuatu dan hanya sebagai
ungkapan spontan dari perasaan estetis yang seniman. Garis – garis lurus atau
melengkung yang diulang – ulang secara teratur dapat menimbulkan irama
tertentu. Oleh karena itu unsur garis berfungsi sebagai dasar ungkapan perasaan
perupa.
a.
garis mendatar :
memberi kesan damai, tenang, sunyi, seimbang, dan luas
b.
garis tegak :
memberi kesan kuat, kaku, kukuh, mulia, tegas dan agung
c.
garis melengkung :
memberi kesan mudah, lentur, tumbuh, dan gemulai
d.
garis lurus miring :
memberi kesan dinamis, labil/goyah, dan menarik perhatian
e.
garis patah :
memberi kesan maskulin/jantan
f.
garis silang :
memberi kesan kekerasan, beradu, dan tenaga
g.
garis pilin :
memberi kesan mengembangkan, mengaso dan menarik menjemukan
h.
garis putus :
memberi kesan bergerak, ragu – ragu dan tragis
i.
garis meliuk :
memberi kesan kewanitaan, mewah, bernafsu, dan lemah
j.
garis lembut :
memberi kesan perasa, lemah, ragu dan halus
3. Bidang
Bidang
merupakan unsur rupa yang terjadi karena pertemuan dari beberapa garis. Bidang
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bidang geometris dan nongeometris. Bidang
geometris adalah bidang yang beraturan dan digunakan dalam ilmu ukur. Bidang
nongeometris merupakan bidang yang tidak beraturan. Bidang inilah yang
seringkali terdapat pada bentuk-bentuk alami.
4. Bentuk
Bentuk
adalah unsur seni rupa yang terbentuk karena ruang atau volume. Macam-macam
bentuk dalam seni rupa adalah bentuk kubistis, silindris, bola, limas, prisma,
kerucut (geometris), dan nongeometris. Unsur bentuk secara nyata diterapakan
pada unsur seni patung, arsitektur, taman, interior, dan kriya.
5.
Warna
Warna
merupakan unsur rupa yang terbuat dari pigmen (zat warna). Warna dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu kelompok warna primer, sekunder, dan tertier.
Warna primer (pertama) maksudnya, warna tersebut bukan terbuat dari campuran
warna lain mana pun. Kelompok warna sekunder (kedua) terbentuk dari campuran
warna primer dan warna primer lain. Warna tersier (ketiga) terjadi dari
campuran warna sekunder dengan warna sekunder lain atau dengan warna primer.
Kelompok
warna primer terdiri dari tiga warna, yaitu merah (magenta), kuning (yellow),
dan biru (cyan). Kelompok warna sekunder terdiri dari tiga warna, yaitu hijau,
ungu, dan jingga. Kelompok warna tersier merupakan warna-warna yang senada
dengan warna sekunder namun dengan tingkat pengaruh warna primer yang
berbeda-beda.
6.
Tekstur
Tekstur merupakan nilai permukaan suatu benda (halus atau
kasar). Secara visual, tekstur dapat dibedakan menjadi dua, yaitu tekstur nyata
dan tekstur semu. Tekstur nyata maksudnya, keadaan suatu benda bila dilihat dan
diraba sama nilainya. Sedangkan tekstur semu terjadi bila keadaan suatu benda
bila dilihat dan diraba berbeda nilainya. Bagaimana kau membedakan tekstur kaca
dengan tekstur pasir, tekstur kulit dengan tekstur kayu, atau tekstur batu
dengan tekstur kertas dan kain?
7. Gelap terang
unsur
gelap terang terjadi karena adanya cahaya yang menyentuh objek. Unsur ini penting
dalam seni rupa trimatra untuk menimbulkan adanya irama. Sedangkan untuk karya
seni dwimatra unsur ini dipakai untuk mendapatkan kesan trimatra
(ruang/kedalaman). Unsur gelap terang pada karya seni rupa dwimatra dicapai
dengan jalan arsiran dan pewarnaan.
a.
Dengan jalan arsiran
Kesan gelap diperoleh dengan
memberikan arsiran yang padat/tebal, sedangkan kesan terang dengan memberikan
arsiran yang lebih jarang/tipis atau sama sekali tanpa arsiran
b.
Dengan jalan pewarnaan
Kesan gelap didapatkan dengan
memberikan warna – warni gelap (warna tua). Sedangkan kesan terang didapatkan
dengan memberikan warna – warni (warna muda)
B. Prinsip seni
rupa
Komposisi
adalah gabungan unsur – unsur dalam satu kesatuan yang harmonis. Dalam menyusun
sebuah komposisi kita harus tahu tentang prinsip – prinsipnya yaitu sebagai
berikut :
1.
Kesatuan
Adalah penyusunan dari unsur –
unsur sehingga menjadi satu kesatuan bentuk yang terpadu antara bagian yang
satu dengan keseluruhan dan tidak lagi bagian yang berdiri sendiri.
2.
Kesimbangan
Adalah kesan yang didapat dari
suatu susunan yang diatur sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang
sama pada tiap – tiap sisi susunan. Bila didapat dari dua kesan yaitu karena
adanya bentuk dan karena adanya warna. Bila dilihat dari susunan. Balance
dibagi menjadi dua yaitu :
a.
balance simetris
adalah yang penempatano objeknya
pada tiap tiap dari pusatnya selalu sama
b.
balance asimetris
adalah balance yang penempatan
objeknya pada tiap – tiap susunan berbeda.
3.
Proporsi
Adalah perbangdingan ukuran
antara bagian yang satu dengan bagian yang lain dalam satu kesatuan bentuk.
Dalam penyusunan harus dibuat sesuai dengan proposi yang sebenarnya agar karya
tampak menarik dan kelihatan tidak janggal.
4.
Irama (Rhytm)
Adalah
suatu penggulungan secara terus menerus dan teratur daru unsur atau beberapa
unsur.
5.
Kontras
Adalah kesan yang didapat karena
adanya dua hal yang berlawanan, misalnya ukuran, bentuk dan warna. Pada karya
seni rupa kontras sangay perlu karena dengan adanya kontras memberikan kesan
paling dominan.
6.
Pusat perhatian
Adalah unsur yang sangat menonjol
atau berbeda dengan unsur – unsur yang ada disekitarnya. Untuk menciptakan
pusat perhatian dalam karya seni rupa, kita dapat menempatkan unsur yang paling
dominan
7.
Keselarasan
Adalah kedekatan unsur - unsur
untuk menciptakan keharmonisan dan unsur – unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna. Keselarasan dapat kita ciptakan melalui penyusunan bentuk ataupun
warna yang saling berdekatan.
Uraian materi I : Konsep
gambar bentuk
1. Konsep Gambar Bentuk
Menggambar
merupakan suatu perbuatan
seseorang dalam usahannya untuk mengungkapkan buah pikiran sehingga bermakna
visual pada suatu bidang dan hasilnya disebut gambar. Dalam kegiatan menggambar
dapat dibedakan antara gambar dan lukisan. Lukisan merupakan ungkapan buah
pikiran yang disertai emosi yang mendalam, sedangkan gambar hasil buah pikiran
saja. jadi dapat dikatakan bahwa lukisan adalah gambar, namun gambar belum
dapat dikatakan lukisan. Untuk dapat melukis maka seseorang harus dapat menggambar
dengan baik dan memiliki keterampilan yang serupa serta menguasahi wawasan
tentang kesenirupaan.
Menggambar bentuk secara umum merupakan kegiatan
menggambar yang objek gambarnya berupa bentuk benda. Didalam penggambarannya,
objek benda tersebut hendaklah digambar seobjektif mungkin. Dalam artian bentuk
benda digambarkan secara tepat sesuai dengan keadaannya baik bentuk maupun
warnanya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa gambar bentuk sama halnya
memotret bentuk benda dengan kemampuan penglihatan dan kemahiran tangan.
Ragam Gambar Bentuk
2.
Ragam Gambar Bentuk
Dalam kegiatan menggambar, objek
sering kali disebut juga benda atau model. Objek gambar bentuk adalah benda
denganberbagai macam bentuk, sehingga menggambar bentuk sering disebut juga menggambar alam benda (still life).
Sedangkan untuk menggambar model, obeknya biasanya berupa manusia.
Bentuk benda yang menjadi objek
gambar bermacam – maacam. Bentuk benda dapat dibedakan antara geometris dan non
geometris. Bentuk geometris merupakan bentuk beraturan dan bentuk dasar benda.
Yaitu kubus, balok, pyramid/limas, silinder, kerucut, dan bola. Sedangkan
bentuk nongeometris merupakan bentuk yang tidak beraturan. Bentuk ini terdapat
pada berbagai benda alam. Selain itu, benda dapat dibedakan menjadi tiga
bentuk. Yakni bentuk kubistis, silindris dan bebas.
2.1. Bentuk
kubistis
Yang dimaksud
bentuk kubistis adalah bentuk – bentuk yang meyerupai kubus atau benda yang
bentuk dasarnya kubus dan balok. Contoh lemari, meja, kardus kulkas dan pesawat
TV
2.1. Bentuk silindris
Benda yang
memiliki bentuk silindris adalah benda yang bentuk dasarnya menyerupai silinder
atau bulat. Contohnya gelas, botol, kendi, tekom ember, gusi, cangkir, kaleng
dan piring.
2.1. Bentuk
bebas
Benda yang
memiliki bentuk bebas adalah benda yang bentuknya tidak beraturan atau yang
tidak termasuk kubistis dan silindris. Contoh kain, buiah – buahan, sayur –
sayuran dan busana.
Prinsip Menggambar
Bentuk
3. Prinsip Menggambar Bentuk
Dalam mengambar
bentuk ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Tujuannya agar gambar yang
dibuat lebih tepat/ mirip dengan objek yqang digambat. Prinsip – prinsip
tersebut adalah perspektif, propossi, komposisi, gelap terang dan baying –
bayangan.
1.1.Perspektif
Perspektip
merupakan prinsip atau kaidah yang penting dalam menggambar bentuk atau melukis
corak eralis dan karenanya harus dipatuhi. Menurut prinsip ini objek yang
digambar hendaknya sesuai denga tampakan
yang sebenarnya, yaitu objek gambar ayang dekat dengan penggambar akan kelihata
lebih besar, lebih tinggi dan lebih jelas sedangkan objek gambar yang jatuh
dari si penggambat akan tampak lebih kecil, lebih pendek, dan kurang jelas.
Selain itu menggambar dengan memperhatikan hukum perspektif berarti juga
menggambatr dengan pandangan satu atau dua titik lenyap.
3.2 Proposi
Yang dimaksud
dengan prinsip proposi dalam menggambar bentuk adalah perbandingan bagian per
bagian atai bagian dengan keseluruhan. Dengan menerapkan prinsip proporsi ini
objek gambar yang satu dengan yang lain harus tampak wajar, misalnya gambar
cangkir dengan gambar poci tentu lebih besar pocinya. Akan tampak tidak wajar
jika cangkir digambar lebih besar dari poci.
3.3 Komposisi
Komposisi
disebutjuga susunan. Komposisi adalah menggambar bentuk diartikan sebagai
susunan atau letak objek gambar. Letak objek gambar yang satu dengan objek
gambar yang lain hendaknya tidak berjauhan sehingga tidak tampak terpisah. Bila
objek gambar disusun menyatu akan tampak indah.
3.4
Gelap terang
Benda akan terlihat oleh mata
kita bila terkena cahaya. Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang.
Sedang bagian yang tidak terkena cahaya akan tampak gelap. Diantara bagian
terang dan bagian gelap terdapat bagian yang tidak gelap/tidak terang
(half-tone). Dalam menggambar bentuk agar kelihatan realis atau seperti tiga
dimensi hendaknya memperhatikan nada gelap terang atau sering disebut half tone.
Bagian benda yang terang hendaknya diberi warna yang muda atau dibiarkan warna
putih kertas, bagian benda setengah terang atau setengah gelap diberi warna
sedang atau setengah gelap atau diarsir sedang, dan bagian benda yang tampak
gelap diberi warna tua atau diarsir warna hitam pekat.
3.5 Bayang
– bayang (shadow)
Benda yang
terkena sinar akan menghasilkan bayang – bayang.
Bayang
– bayang
itu jatuh tidah jauh dari benda yang terkena cahaya. Dalam menggambar bentuk,
peranan bayang
– bayang
akan menentukan terciptannya kesan tiga dimensi (realis). Oleh karena itu
baying – baying meskipun agak samar – samar harus ada.
Bayang
– bayang
dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : bayang – bayang
awak (bayangan karena sinat, terdapat pada benda tersebut), bayang
– bayang
langkah (bayangan benda karena sinat, mengenai benda lain), dan baying – baying
sendiri (bayangan benda pada permukaan yang licin).
Teknik Menggambar Bentuk
4.1
Linier
Teknik
linier merupakan cara menggambar objek gambar dengan garis sebagai unsur yang
paling menentukan, baik garis lurus maupun garis lengkung.
4.2
Blok
Teknik blok merupakan cara
menggambar dengan menutup objek gambar menggunakan saru warna, sehingga hanya
tampak bentuk globalnya (siluet)
4.3 Arsir
Teknik arsir merupakan cara
menggambar dengan garis – garis sejajar atau menyilang untuk menentukan
gelap-terang objek gambar sehingga tampak seperti tiga dimensi.
4.4
Dusel
Teknik dusel merupakan cara
menggambar yang penenuan gelap-terang objek gambar menggunakan pensil gambar
yang digoreskan dalam posisi miring (rebah).
4.5
Pointilis
Teknik pointilis merupakan cara
menggambar yang dalam menentukan gelap – terang objek gambar menggunakan pensil
atau pena gambar dengan dititik – titikkan.
4.6 Aquarel
Teknik aquarel merupakan cara
menggambar dengan menggunakan cat air dengan sapuan warna yang tipis, sehingga
hasilnya tampak transparan atau tembus pandang.
4.7
Plakat
Teknik plakat merupakan cara
menggambar dengan menggunakan bahan cat poster atau cat air dengan sapuan warna
yang tebal sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup.
Menggambar Bentuk
5.Menggambar Bentuk
Dalam menggambar bentuk ada dua
pendekatan yang dapat digunakan, yaitu : pendekatan dengan model dan pendekatan
tanpa model. Perhatikan uraian berikut.
1.1
Pendekatan model
Yang dimaksud dengan modela dalah
benda atau objek yang akan digambar, misalnnya kendi, gelas, buah – buahan,
kursi, keramik dan sebagainya.
Menggambar dengan pendekatan
model maksudnya, dalam kegiatan menggambar harus ada model. Dengan adanya
model, penggambar lebih banyak memperoleh kemudahan antara lain :
v Objek gambar
lebih jelas
v Tidak
perlu mencari – cari objek gambar
v Penggambar dapat
mengontrol gambar dan model seserig mungkin
v Ketepatan sudut
gambar lebih terjamin.
1.2
Pendekatan tanpa model
Pendekatan ini bertolak belakang
dari pendekatan dengan model. Menggambar bentuk tanpa model banyak
kekurangannya, terutama bagi peserta didik ayang masih belajar menggambar. Bagi
yang belum mahir, model diperlukan untuk menghasilkan gambar yang baik, sebab
tuntutan keberhasilan dalam menggambar bentuk adalah ketepatan gambar dengan
objek yang digambar.
1.3
Langkah Menggambar Model
Yang dimaksud dengan langkah –
langkah adalah prosedur atau tata urutan kerja. Adapun langkah – langkah dalam
menggambar bentuk dengan pendekatan model adalah sebagai berikut:
a. Pengamatan
Pengamatan adalah kegiatan untuk
mengenali objek yang akan digambar. Benda atau objek hendaknya diamati dengan
seksama dan berulang – uang. Ada baiknya kegiatan pengamatan dilakukan dengan
bingkai (frame).
b. Sketsa
Pindahkan hasil pengamatan di
atas bidang gambar dengan cara mensketsa objek gambar satu per satu secara
tipis.
c. Menentukan gelap
terang
Berilah tanda batas yang tipis
antara bagian benda yang terang dan gelap dengan memperhatikan arah cahaya.
d. Menentukan
teknik
Penggunaan teknik tergantung pada
alat dan bahan yang akan kita gunakan. Bila menggunakan pensil gambar atau
pensil berwarna, teknik arsir atau dusel lebih tepat. Sedangkan bila
menggunakan bahan cat air, teknik yang tepat adalah aquarel
Gunakan warna – warna yang lebih
muda terlebih dahulku kemudian warna tua. Hindarkan pemakaian cat air warna
putih atau pensil warna putih. Biarkan warna kertas gambar sebagaimana aslinya.
Dan bila menghendaki warna gelap, tidak harus menggunakan warna hitam
e. Sentuhan akhir
Yang dimaksud sentuhan akhir
adalah memberikan penekanan pada karaya gambar bentuk, dengan tusiran yang
bersifat memantapkan goresan sehingga gambar tersebut mempunyai greget atau
makna.
APRESIASI KARYA SENI RUPA MURNI INDONESIA
RINGKASAN MATERI
- PENGERTIAN APRESIASI
Istilah
apresiasi berasal dari bahasa Inggris to appreciate yang artinya menghargai.
Secara definitive apresiasi dapat diartikan sebagai kegiatan seseorang dalam
mengenali dan memahami suatu nilai yang terkandung dalam suatu karya seni
sehingga dapat menghargai suatu karya seni. Apresiasi tidak sama artinya dengan
evaluasi karena evaluasi (penilaian) mempunyai arti memberikan penilaian baik
dan buruk atau besar dan kecil.
Beberapa aspek yang dinilai
dalam mengapresiasi karya seni rupa murni adalah:
1.
Ide
Ide adalah gagasan yang menjadi latar belakang di
ciptakannya sebuah karya seni
2.
Kreatifitas
Kreatifitas adalah penciptaan karya seni dengan
mewujudkan sesuatu yang belum pernah ada dan mempunyai arti dan nilai baru.
3.
Komposisi
Komposisi adalah penataan apresiasirupa dengan
menggunakan prinsip-prinsip tertentu sehingga menjadi suatu pola jadi yang
matang ( desain).
Komposisi menyangkut hal teknis
dan isi. hal teknis berhubungan dengan kemampuan seniman mengolah apresiasiyang
meliputi garis, bidang, bentuk, warna,gelap terang dan tekstur. Hal isi
berhubungan dengan kemampuan seniman mengolah norma-norma yang terkandung dalam
prinsip seni diantaranya kesatuan, keseimbangan, irama dan pusat perhatian.
4.
Gaya
Gaya menunjukkan pencerminan ciri khas pribadi
seniman baik teknis maupun isi. termasuk didalamnya adalah pemilihan bahan dan
teknik dalam berkarya serta aliran yang tampak dari corak karya seorang seniman.
5.
Teknik dan wujud
Teknik adalah cara seorang seniman mewujudkan gagasan
/ ide menjadi sesuatu yang menarik. Teknik yang digunakan akan memberi bentuk
atau wujud yang berbeda-beda.
B. RAGAM SENI RUPA
MURNI NUSANTARA
Karakteristik
sebuah karya seni banyak dipengaruhi oleh tempat dimana pencipta karya seni
tersebut berada. Masing-masing tempat/daerah /negara mempunyai nilai-nilai
budaya yang berbeda. Sehingga yang membedakan karya seni rupa murni nusantara
dengan mancanegara adalah nilai-nilai budayanya. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa seni rupa murni nusantara aadalah gagasan manusia yang berisi
nilai-nilai budaya nusantara yang di ekspresikan melalui pola kelakuan tertentu
dengan media titik, garis,bidang, tekstur, bentuk, warna dan gelap terang yang
ditata dengan prinsip tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan
bermakna.Di Indonesia, daerah Bali dan Yogyakarta merupakan tempat yang
mempunyai iklim yang tepat un tuk perkembangan komunitas seni, karena mempunyai
latar belakang budaya yang khas. Berbagai ragam karya seni rupa murni nusantara
diantaranya adalah:
1.
Seni Lukis
Seni lukis sudah di kenal
sejak zaman purba, hal ini di buktikan dengan ditemukannya gambar-gambar di goa
Spanyol, Mesopotamia dan juga di Sulawesi. Seni lukis terus berkembang seiring
di temukannya pigmen warna yang bermacam-macam. Seni lukis adalah pembabaran
gagasan dan ide ke dalam bentuk ekspresi visual dua dimensi.
2.Seni Patung
Seni patung juga sudah
berkembang sejak zaman lampau, terbukti dengan di temukannya patung tanah liat
di Sumeria. Di zaman modern patung banyak di gunakan sebagai media ekspresi dan
kegiatan spiritual. Seni patung adalah pembabaran ekspresi ide dan gagasan kedalam karya seni rupa tiga dimensi.
2.
Seni Grafis
Seni Grafis adalah
membuat gambar dua dimensi dengan menggunakan alat cetak (klise).Di dalam
kegiatan ini seorang seniman bisa memasukkan nilai estetis dan artistiknya,
terutama dalam membuat cetakan/acuan/klise dan dalam pengolahan warna. Seni
grafis dapat di buat dengan tehnik cetak tinggi, cetak dalam, cetak saring dan
cetak cahaya (photography).
C. PERKEMBANGAN SENI RUPA MURNI NUSANTARA
Dalam
perkembangan karya seni rupa modern, karya seni rupa tidak lagi menjadi
simbol-simbol kehidupan tradisi yang kaku namun lebih cenderung menjadi
pengungkapan ekspresi seorang seniman secara bebas. Perkembangan seni rupa
modern terbagi dalam beberapa babak antara lain :
a.
Masa Raden Saleh (masa perintisan).
Raden Saleh Syarif Bustaman adalah putra seorang
bangsawan. Ketika umurnya masih 10 tahun beliau diserahkan oleh pamannya
kepada belanda untuk di didik menjadi
pegawai. Beliau mendapat pelajaran menggambar dari A.A.J. Payen, Cornelius
Crusemen dan Andreas Schelfhout. Raden Saleh adalah orang Indonesia pertama
yang merintis jalan menuju seni rupa Indonesia modern oleh karena itu meski
corak lukisannya naturalis, romantic dan bergaya barat, namun dalam kontek
kesejarahan kedudukannya sangat penting. Karya-karya Raden Saleh antara lain:
-
Antara hidup dan mati
-
Berburu banteng di Jawa
-
Perkelahian dengan binatang buas
-
Merapi yang meletus
-
Potret Sultan Hamegkubuwono VIII.
-
Pertempuran Rahwana-Djatayu
-
b.
Masa Indonesia Jelita (Indie Mooi)
Lukisan-lukisan era ini hanya menyajikan
lukisan-lukisan yang menyenangkan secara visual, serba indah, namun miskin kreatifitas,
tidak hidup dan tidak menghayati subyek yang dilukisnya. Halini karena terkena
getah kesuraman seni lukis Belanda akibat peperangan Napoleon yang tak kunjung
padam.Seniman masaini antara lain: Abdullah Surio Subroto, Pirngadi, Basuki
Abdullah.
c.
Masa Cita Nasional
Pada masa ini bangsa Indonesia tengah berjuang untuk
merdeka dari penjajahan bangsa asing. Pada masa ini terbentuklah PERSAGI
(Persatuan Ahli-ahli Gambar Indonesia), yang bertujuan mencari ciri kesenian
khas Indonesia. Usaha ini diilhami oleh rasa kebangsaan yang tinggi. Seniman
masa ini diantaranya S. Sujoyono dan Agus
Jayasuminta.
d.
Masa Pendudukan Jepang
Kegiatan seni lukis zaman ini dilakukan dalam kelompok Keimin Bunka Shidoso
yang tujuan utamanya adalah propaganda pembentukan kekaisaran Asia timur
Raya.Seniman pada masa ini diantaranya:
Agus Jaya, Trubus S, S. Sudjoyono, Affandi.
e.
Masa Sesudah Kemerdekaan
Kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia memberi
angin baru bagi seniman, sehingga muncullah kelompok-kelompok seniman lukis di
tanah air. Diantaranya SIM (Seniman
Indonesia Muda), Pelukis Rakyat.
f.
Masa Pendidikan Formal
Pengalaman pahit perjalanan kehidupan seni di tanah
air, menyadarkan seniman akan perlunya pengembangan seni rupa. Akhirnya
berdirilah ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) dan Balai Perguruan Tinggi Guru
Gambar yang akhirnya berubah menjadi jurusan Seni Rupa ITB.
g.
Masa Seni Rupa Baru di Indonesia
Pada sekitar tahun 1974 muncullah kelompok baru dalam
seni lukis, terdiri dari seniman muda yang mempunyai corak baru dan membebaskan
diri dari batasan-batasan seni yang sudah ada. Pelopornya di antaranya adalah
Jim Supangkat, Dede Eri Supria dan Nyoman Nuarta.
D. ALIRAN DALAM SENI RUPA
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan tehnologi menyebabkan munculnya alat dan bahan berbagai
produk. Keadaan ini akhirnya mengubah berbagai aspek kehidupan manusia,
termasuk seni rupa. Perhatian manusia yang cenderung pada hal-hal yang bersifat
material, sehingga dunia seolah-olah menyisihkan seni rupa. Hal ini menyebabkan
seniman berontak yang dituangkan dalam kreatifitas seni, dan lahirlah
aliran-aliran dalam seni rupa. Aliran dalam seni rupa yang muncul ada yang
selaras, saling meneruskan atau menentang aliran sebelumnya.
1.
Aliran Klasisis
Aliran ini mengacu pada kebudayaan Yunani klasik dan
Romawi klasik. Ciri-cirinya antara lain: dibuat-buat dan berlebihan, indah dan
molek, bersifat dekoratif. Tokoh-tokohnya; Watteau dan Vigee Lebrun.
2.
Aliran Neo Klasisis
Merupakan kelanjutan dari aliran Klasisis.
Ciri-cirinya: terikat pada norma intelektual akademis, selalu seimbang dan
harmonis, warna bersifat bersih dan statis, raut muka berkesan agung, berisi
cerita di lingkungan istana, cenderung dilebih-lebihkan. Tokohnya antara lain:
Jaques Luis David.
3.
Aliran Romantis
Merupakan penentang aliran Neo klasisis.
Ciri-cirinya: berisi cerita yang dahsyat dan emosional, penuh gerak secara
dinamis, warna bersifat kontras dan meriah, komposisinya hidup, melebihi
kenyataan. Tokohnya antara lain: Theodore Gericould, Eugene Delacroix. Seniman
Insdonesia yang beraliran ini adalah Raden Saleh.
4.
Aliran Realis
Airan ini sebagai suatu protes terhadap aliran
Romantis. Aliran Realis adalah aliran yang penggambarannya sesuai dengan
kenyataan hidup. Obyeknya tidak hanya di lingkungan istana, bakan seringkali
menampilkan figure rakyat biasa. Tokoh-tokohnya antara lain: Custavo Coubert,
Rembrant van Rijn. Seniman Indonesia yang beraliran realis adalah, Dullah, dan
Trubus.
5.
Aliran Naturalis
Adalah aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai
dengan keadaan alam/alami. Juga bersifat fotografis, karena aliran ini
mempunyai konsep bahwa seni lukis yang baik adalah seni lukis yang sama persis
secara visual dengan benda-benda yang di lukisnya. Seniman yang beraliran
naturalis diantaranya : Gainsborough, Constable, Turner. Seniman Indonesia yang
beraliran naturalis adalah Basuki Abdullah dan Mas Pringadi.
6.
Aliran Impresionis
Adalah aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai
dengan keadaan saat obyek tersebut dilukis. Obyek yang ditampilkan berupa
kilasan cahayayang terpantul oleh benda dalam keadaan cuaca tertentu. Sehingga
seniman harus bisa melukis dengan cepat. Tokohnya: Claude Monet, Paul Cezanne.
Seniman Indonesia yang beraliran ini adalah S.
Sudjoyono.
7.
Aliran ekspresionis
Aliran ini berkembang di dasari oleh ketidakpuasan
dengan karya-karya yang hanya menonjolkan bentuk obyek saja, para seniman mulai
menggali hal-hal yang berkaitan dengan ekspresi dan pengalaman batin. Aliran
Ekspresionis adalah aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan
jiwa pelukisnya yang spontan pada saat melihat obyek. Tokohnya antara lain:
Vincent Van Gogh, Paul Gauguin. Seniman Indonesia yang beraliran ekspresionis
adalah Affandi.
8.
Aliran Kubisme
Aliran ini dilator belakangi oleh konsep Paul Cezane,
yang menyatakan bahwa bentuk dasar dari segala bentuk adalah silinder, bola dan
balok. Kubisme adalah aliran yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau
bentuk dasarnya kubus. Aliran ini di pelopori oleh Pablo Picasso. Tokoh
Indonesia di aliran ini adalah But Muchtar, Muchtar Apin, Srihadi dan Fajar
Sidik.
9.
Aliran Futuris
Lukisan-lukisan futuris menggambrkan garis-garis yang
dinamis penuh gerak. Tema-tema yang dipilih biasanya menggambarkan
kesibukan-kesibukan, seperti perang, pesta, arak-arakan, kerusuhan dan
sebagainya. Tokohnya antara lain Carlo Carra.
10. Aliran
Abstraksionis
Yaitu aliran yang berusaha melepaskan diri dari
sensasi-sensasi dan asosiasi-asosiasi figurative suatu obyek. Aliran
Abstraksionis bisa berbentuk geometris dan nonfigurative. Tokohnya antara lain
Piet Mondrian dan Wassily Kandinsky. Seniman Indonesia yang beraliran ini
adalah Amri Yahya, Srihadi.
11. Aliran
Surealis
Aliran Surealis adalah aliran seni rupa yang
penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan, bahkan ada yang menyebutnya otomatisme
psikis yang murni alam mimpi. Seni Surealis sering tampil tidak logis dan penuh
fantasi, seakan-akan melukis alam mimpi. Tokohnya antara lain Salvador Dali.
12. Dekorativisme :
Corak ini menyederhanakan dengan jalan mengadakan distorsi. Ciri-ciri bersifat
kaku , kegarisan , ritmis , pewarnaan yang merata dan secara umum mempunyai
kecenderungan menghias.
Seni rupa dekoratif dapat digolongkan menjadi dua bagian besar :
a. Dekoratif
Figuratif , berhubungan dengan bentuk-bentuk alamiah.
b. Dekoratif
Abstrak , bebas dari peniruan alam
Jenis seni rupa ini dapat dibagi dua :
-
Dekoratif Geometris , ( rasional , terikat , pengulangan motif )
-
Dekoratif Intuitif , ( Emosional , bebas dari pola motif )
Tokoh-tokoh : - Kartono Judokusumo , Widayat ,
- Suparto , Ratmoyo , Bagong Kusdiarjo , Batara
Lubis , dll.
13. Seni Rupa Baru ;
Seni rupa baru bukan aliran , melainkan penamaan sekelompok seniman muda
melakukan semacam resolusi konsep penciptaan seni rupa . Mereka mendobrak ,
sikap alixisme , mitos dan batasan-batasan seni ruoa mengekang kebebasan
berkreasi.
Untuk memahami garis-garis besar aliran ini marilah kita soroti satu persatu :
a.
Conseptual Art , suatu paham yang mengutamakan gagasan . Salah satu
ciri seni
konsep ialah tidak bertujuan komersial.
Tokoh-tokoh : Banyong Munni Ardhi
Gendut Riyanto ( ITB )
Slamet Riyadi ( ASRI )
b.
Pop Art , berusaha melenyapkan perbedaan antara subyek dan obyek ,
ciri-cirinya : popular , irit biaya , hasil produksi
massa mungkin tak abadi . Tema-tema seni pop
terutama
persoalan bisnis , misalnya iklan , pembungkus dll.
Tokoh-tokoh
: Ronald Manullang , Jim Supakat
Pandu Sudewo , Wagiono S dll.
c.
Happening Art
Kecenderungan seni yang mengutamakan unsur seni rupa , drama , musik , film ,
tari dalam setiap kombinasi yang tidak biasa.
Tokoh-tokoh : Bonyong Murni Ardhi , Harry dll.
d.
Optical Art
Manifestasi keseniannya berusaha mengeksploitir illusi optik atau retinal art.
Karyanya menampilkan bentuk atau ujud teratur dan geometris.
Tokoh-tokoh : Nanik Mirna , Harsono , Anyol Subrato , Sugeng Santoso.
e.
Environment Art :
Istilah ini digunakan untuk menunjukan karya seni yang ditata dalam ruang tiga
dimensional.
Materi yang digunakan biasanya adalah benda jadi . Misalnya , tiang-tiang ,
bangunan , meja , pintu , sepeda motor dll.
Tokoh-tokoh : Danarto , Bonyong Munni Ardhi.
f.
Minimal Art :
Istilah yang digunakan untuk menyebut karya POP ART yang sederhana , baik dari
segi ide , teknik , bentuk , maupun pewarnaan .
g. Realisme Baru , proses berkarya dilakukan dengan meniru
foto sebagai dasar lukisan.
Tokoh-tokoh : Dede ( teknik imitasi )
Hardi ( Teknik gabungan )
DESAIN TEKSTIL
Desain Tekstil adalah seni menghias pada kain dengan motif hias tertentu,
sehingga kain tampak indah dan dapat difungsikan untuk berbagai kebutuhan.
A. Membuat
karya seni rupa terapan
1. Pengertian seni rupa tarapan
Benda
yang termasuk dalam seni rupa terapan atau seni rupa pakai adalah benda yang
berada dalam kehidupan sehari – hari. Benda tersebut memiliki fungsi tertentu
dan sekaligus memiliki perwujudan yang indah dan menarik (nilai artistik)
Contohnya
: sebuah cangkir yang disajikan di meja tamu.
2. Jenis – jenis seni rupa terapan
Jenis
– jenis seni rupa terapan antara lain seni kriya, seni batik, seni reklame,
seni dekorasi, seni industri, esni mode, seni keramik, dan seni ilustrasi.
3. Seni batik sebagai seni rupa terapan
Salah
satu seni terapan yang dikembangkan dari berbagai kesenian Nusantara adalah
seni batik. Untuk mengenal karya seni batik, kita pelajari dalam dua tahap,
yaitu meranvang pola batik berdasarkan ragam hias seni Nusantara dan membuat
batik dengan menggunakan beragam teknik dan bahan.
a.
Motif batik
Seni
batik adalah seni yang berasal dari Indonesia dan menjadi kebanggaan bangsa
kita. Batik pertama kali dikembangkan di pulau Jawa, terutama di daerah
Surakarta dan Yogyakarta. Akhirnya, batik berkembang di seluruh Nusantara,
misalnya daerah Sumatera, Kalimantan, Bali dan Lombok. Batik merupakan seni
tradisional turun temurun.
Pada
mulanya membatik adalah pekerjaan perseorangan yang dilakukan dengan tangan.
Misalnya, setiap titik ditulis satu persatu dan setiap garis juga digambar
sendiri. Membatik memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, sekarang batik telah
tumbuh dan berkembang menjasi industri sandang yang sangat besar. Perkembangan
batik tidak hanya di Indonesia saja, tetapi telah sampai ke luar negeri.
Berdasarkan tekniknya, batik dibagi menadi berbagai jenis, seperti batik tulis,
batik cap, batik printing, batik celup, pikoso, dan batik abstrak.
Karya
batik dapat berupa :
1) seni batik terapan (baik untuk kebutuhan praktis, misalnya busana,
taplak meja, serbet, sprei, bantal, guling, tirai, dan tas)
2) seni batik tulis (seni lukis batik)
3) seni batik hias (lukisan hiasan, wall paper dan sampul kado)
b.
Gambar desain motif kain
batik
Bentuk
motif gurda utuh, seblemnya dibuat separuh terlebih dahulu, yaitu bagian kiri
atau bagian kanan. Kemudian, dismbungkan bentuk kanan dan kiri sama persis,
yaitu gambar dijiplak dengan kertas tipis yang dibawahnya diberi kertas karbon.
Motif
garuda dibuat separuh bagian kiri, kemudian baru digabungkan dengan bagian
kanan.
Bentuk
mitif gurda yang disah diisi dengan garis – garis disebut sawut, titik –
titik kecil itu disebut cecek. Halusnya cecek menunjukkan halusnya
batik.
4.
Membuat
rancangan pola (desain) batik
a. Menggambar desain batik motif gurda
Adapun
teknik menggambarnya, antara lain sebagai berikut :
1) Membuat pola dengan ukuran 10,5 cm dan 4,5 cm sebelah kiri (setengah
bentuk), dan ukuran 10,5 cm dan 4,5 cm sebelah kanan
2) Membuat bentuk garis lengkung stilasi dari bentuk burung garuda (sebelah
kiri)
3) Membuat garis – garais lengkung sebelah kanan dengan bentuk yang sama atau
bisa betuk sebelah kiri dijiplak memakai kertas tipis, kemudian kertas tipis
tersebut dibalik dan diletakkan sebelah kanan. Di bawahnya diberi karbon,
karbon untuk digunakan ulang.
4) Membuat bentuk garis – garis (sawut) dan titik – titik kecil (cecek)
menggunakan tinta merah.
b. Menggambar desain batik motif parang rusak
Betuk
stilir motif parang rusak pada batik Surakarta dan Yogyakarta mempunyai
nama – nama tersendiri, misalnya bentuk mlonjo, uceng, mata gareng, alis –
alisan gogan, bagongan dan sirap kendela.
Cara
membuat desain atau pola motif batik parang rusak.
Keterangan
:
Parang
artinya karang yang rusak atau cacat. Motif ini menggambarkan bentuk karang
yang kehilangan bentuknya (rusak) dan melambangkan sesuatu yang ganjil dan
tidak pada tempatanya.
Bahan
dan alat yang digunakan dalam membuat desain batik parang rusak adalah
kertas gambar, pastel atau krayon, cat air, pensil, penggaris, palet, dan kuas.
Adapun
teknik pembuatannya adalah sebagai berikut :
1) Membuat pola ukuran panjang 25 cm, lebar 15 cm menggunakan kertas gambar
atau buku gambar ukurang 20 x 30 cm.
2) Membuat ukuran jarak atau spasi panjang dan lebar = 5 cm
3) Kemduian ukuran lima sentimeter pada panjang dan lima sentimeter pada lebar
dihubungakan menyilang membentuk bujur sangkar dengan penggaris.
4) Setiap petak dibuat bentuk lima mlinjo, kemudian diatas dan dibawahnya
dibuat bentuk alis – alis gogang.
5) Membuat mata gareng dengan berselang – seling, kemudian menyudut dibuat
gambar silap kendela dan bangongan, bentuk uceng diletakkan di sisi antara
sirap kendela dan bangongan.
6) Pewarnaan memakai cat ait atau spidol pada setiap unsur – unsur batik
parang rusak
Membuat batik dengan beragam
teknik dan bahan
1.
Membatik
dengan pastel
Membatik
dengan pastel. Membatik ini merupakan pengenalan teknik batik sederhana. Teknik
ini sifatnya membuat bentuk batik yang diperoleh dengan gorensan pastel yang
dapat menghalangi warna untuk meresap pada bagian dasar batik.
Bahan
dan alat yang digunakan untuk membatik dengan pastel, antara lain pastel, tinta
atau cat air, kertas gambar, palet dan kuas.
2.
Membatik
dengan menggunakan media malam (lilin) dan warna celup
v Media :
- malam, warna celup, soga, cating, kompor
v Peralatan
- cating, wajan, jembangan, alapemukul
v Bahan
- kain mori, malam, kaji, pewarna, air
Langkah
– langkah membatik dengan media malam dan warna celup, antara lain sebagai
berikut :
a. Membuat pola batik pada kain
Kain
mori dibentang dengan ukuran menyesuaikan motif yang akan diprgunakan dan
dilipat tepinya. Kain, tersebut kemudian digambari pola batik dengan pensil.
b. Membatik dengan malam (lilin)
Lilin
dituangkan ke dalam wajan dan direbus. Lilin yang sudah cair dipergunakan untuk
membatik dengan canting sesuai dengan gambar motif baik yang telah dibuat.
Setelah selesai dibatik, kain mori tersebut dijemur di bawah terik matahari.
c. Pewarnaan batik
Zat warna batik dapat digolongkanmenjadi 2 menurut sumber asalnya, yaitu
:
Pertama, Zat Pewarna Alam (ZPA) yaitu zat warna yang berasal dari
bahan-bahan alam seperti dari hasil ekstrak tumbuhan atau hewan.
Rancangan busana maupun kain batik yang menggunakan zat warna alam
memiliki nilai jual atau nilai ekonomi yang tinggi karena memiliki nilai seni
dan warna khas, ramah lingkungan sehingga berkesan etnik dan eksklusif.
Zat pewarna alam untuk bahan tekstil pada umumnya diperoleh dari hasil
ekstrak berbagai bagian tumbuhan seperti akar, kayu, daun, biji ataupun bunga.
Pengrajin-pengrajin batik telah banyak mengenal tumbuhan-tumbuhan yang dapat
mewarnai bahan tekstil beberapa diantaranya adalah : daun pohon nila (indofera),
kulit pohon soga tingi (Ceriops candolleana arn), kayu tegeran (Cudraina
javanensis), kunyit (Curcuma), teh (Tea), akar mengkudu (Morinda citrifelia),
kulit soga jambal (Pelthophorum ferruginum), kesumba (Bixa orelana), daun jambu
biji (Psidium guajava). (Sewan Susanto,1973).
Kedua, Zat Pewarna Sintesis (ZPS) yaitu Zat warna
buatan atau sintesis yang dibuat melalui proses reaksi kimia dengan bahan dasar
ter arang batu bara atau minyak bumi yang merupakan hasil senyawa turunan
hidrokarbon aromatik seperti benzena, naftalena dan antrasena.
d. Pewarnaan batik
Urutan
pewarnaan pada kain batik adalah sebagai berikut :
1) Pewarnaan Nila atau Naptol
Warna
yang digunakan adalah warna nila atau naptol dengan menggunakan wedel. Caranya
dengan menyelupkan kain pada warna di jembangan atau wmbe besar yang terbuat
dasri tanah liat. Jembangan diusahakan bisa menampung 24 rembat (sekitar 24
liter air). Disiapkan juga sebuah jembangan lain dengan kapasitas isi 21 liter
untuk pewarnaan yang lain. Usai pewarnaan nila atau naptol, selanjutnya kain
batik dibironi. Proses Mbironi
adalah menutup bagian yang tidak dikehendaki terkena warna dengan malam
lilin.
2) Perwanaan warna soga
Setelah
dibironi kain batik diberi warna kedua yaitu soga. Warna soga ini
memiliki kualitas yuang berbeda, seperti soga asor (soga bermutu
rendah), soga tengah (soga bermutu menengah), dan soga sae (soga
bermutu tinggi)
3) Pewarnaan serenan
Setelah
pewarnaan soga diatas, kemudian kain dicelupkan ken dalam seren. Seren
untuk soga asor terbuat dari campuran gula dan kapur.
e.
Proses babaran nglorot
atau menghilangkan malam atau lilin
Proses
ini merupakan proses akhir dari membatik. Istilah dilorot merupakan
proses menghilangkan lilin yang masih menempel diatas kain. Proses ini juga
disebut sebagai proses babaran yang berarti proses telah selesai.
Proses
babaran adalah kain yang telah disoga (warna cokelat), dimasukkan ke dalam
kuali untuk direbus sehingga lilin lepas dari kain. Setelah bersih dari lilin,
kain batik dibilas dengan air sampai bening, setelah itu baru dijemur.
f.
Berbagai cara dalam
mewarna
1) Pewarnaan dengan nila atau naptol
Untuk
perwarnaan ini, disiapkan tempat, bahan warna dan air mendidih . caranya
sebagai berikut :
a) Naptol ditambah TRO (Turkish Red Oil) yang diaduk dan telah menjadi
pasta.
b) Pasta warna dilarutkan dengan air mendidih sehingga menjadi larutan yang
keruh
c) Larutan dicampur kostik soda sehingga menjadi jernih.
d) Tambahkan air dingin sesuai dengan kebutuhan
e) Barulah kain dicelup sebagai proses pewarnaan.
2) Pewarnaan dengan indogosol
a) Pigmen warna dilarutkan dengan air dingin
b) Larutan warna ditambah ditambah air panas sesuai dengan ukuran
c) Serbuk natrium dilarutkan pada warna indogosol tersbut dan ditambahkan air
dingin secukupnya
d) Jika dalam pencelupan kain masih luntur warnanya maka ditambahkan asam
sulfat atau asam chlorida yang dilarutkan dengan air dingin.
3) Pewarnaan dengan procion
a) Pigmen warna procion dan soda abu dicampurkan malexil secukupnya,
lalu diaduk hingga menjadi pasta.
b) Pasta tersebut diberi air sesuai dengan ukuran dan diaduk sampai larut dan
siap digunakan
c) Kain yang telah diwarnai agar lebih rekat atau tidak luntur, dimasukkan ke
dalam larutan garam dapur sesuai ukuran.
4) Pewarnaan dengan rapid
a) Pigmen warna dillarutkan TRO sampai menjadi pasta dan ditambahkan air panas
sesuai dengan ukuran serta diaduk sampai rata.
b) Larutan tersebut ditambahkan kostik soda dan diaduk sampai rata.
c) Pewarnaan rapid pada kain dengan colet dilakukan berulang –ulang
agar warna tebal dan rata.
d) Hasil pewarnaan didiamkan satu hari, bisa dicelupkan pada larutan asam cuka
pekat.
3. Membatik menggunkan teknik tutup celup
Seni
celup kadang – kadang disebut batik celup karena kain dicelupkan pada warna naptol/wenter
atau cat printing. Gambar dibentuk dengan sistem menghalangi masuknya
warna pada kain dengan cara kain diikat dengan banyak ikatan. Ikatan dengan
karet gelang atau tali plastik/rafia yang berfungsi manutup dari celupan warna.
1.
Bahan
a. Kain : jenis kain bloco, mori prima, primissima
b. Cairan warna : wenter, naptol, cat printing (emperon dan sinlohi)
2.
Alat
a. karet gelang
b. bejana warna (panci dan ember)
3.
Cara berkarya
a. Membuat bentuk denga variasi ikatan pada kain
b.
Mencelup
kain yang terkait tersebut pada cairan warna
c.
Bila ingin warna lain
sebagaimana ikatan dilepas lantas dicelup lagi pada cairan yang berwarna lain
d. Celupkan berkali – kali sesuai jumlah warna yang dikehendaki.
e.
Apabila proses celupan
warna selesai, semua ikatan dilepas.
f.
Hasil karya seni celup
dijemur dan disetrika agar halus.
4. Memanfaatkan
batik teknik celup
a.
untuk
pembuatan busana dengan motif khas
b.
untuk
kain serbet, sarung bantal, guling, sprei tempat tidur dan taplak meja
1. Sejarah Seni Tekstil Nusantara
a. Tenun
Tenun merupakan salah satu kekayaan budaya
tekstil Indonesia yang telah dikenal sejak ratusan tahun silam. Pembuatan kain
tenun tradisional adalah salah satu kekayaan ragam budaya Indonesia. Setiap
daerah memiliki cara dan gaya tersendiri dalam menenun sehingga menghasilkan motif
cara dan gaya tersendiri dalam menenun sehingga menghasilkan motif dan warna
yang variatif. Riau daratan contohnya, daerah ini mengembangakan tenun asli
melayu, dengan motif khas bunga tanjung, tumpak manggis, wajik berkaki, sikku
awan, dan songket serontak yang khas dari Kabupaten Bengkalis, serta motif
muara takus khas Kabupaten Khampar.
Motif tenun tradisional Indonesia memiliki cerita
dan sejarah di balik untaian benangnya. Ada yang dianggap sebagai jimat
sehingga tidak boleh dipakai sembarangan. Yaitu seni tenun khas Pontianak,
motif ruwit yang menyerupai perisai memiliki arti dibawa ke langit sebagai
jimat atau pelindung perang. Sementara motif pelangka merupakan tempat
penampung air para prajurit yang haus dapat minim dari pelangka tersebut setelah
pulang perang. Oleh karena memiliki nilai sejarah di dalamnya, kain tenun
Pontianak tidak boleh dipakai sembarangan.
b. Batik
Apa itu
Batik?
Sekarang ini kata batik sudah banyak dikenal di luar
negeri. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagian suku gemar
memakai bahan pakaian yang dihiasi pola batik ataupun kain batiknya sendiri,
yang dibuat dan digunting menurut selera masing-masing. Para turis asing
ataupun pejabat-pejabat asing yang tinggal di Indonesia sangat gemar akan batik
dan sering membawanya pulang sebagai oleh-oleh.
Sesudah menyebut semuanya ini, tentu timbul pertanyaan apakah
sebenarnya batik ini. Dalam karangan pendek ini dijelaskan secara ringkas
tentang arti batik, cara membatik, sejarah perkembangan batik, serta pemakaian
hasil batik Indonesia sekarang ini.
Arti kata batik: para sarjana ahli seni rupa, baik yang
berkebangsaan Indonesia maupun yang bangsa asing, belum mencapai kata sepakat
tentang apa sebenarnya arti kata batik itu. Ada yang mengatakan bahwa
sebutan batik berasal dari kata "tik" yang terdapat di dalam kata
titik. Titik berarti juga tetes. Memang di dalam membuat kain batik
dilakukan pula penetesan lilin di atas kain putih. Ada juga yang mencari
asal kata batik di dalam sumber-sumber tertulis kuno. Menurut pendapat
ini, kata batik dihubungkan dengan kata tulis atau lukis. Dengan
demikian, asal mula batik dihubungkan pula dengan seni lukis dan gambar pada
umumnya. Bagainmana cara membuat batik itu?
Cara membatik: alat untuk membatik ialah
canting. Terbuat dari bambu, berkepala tembaga serta bercerat atau
bermulut, canting ini berfungsi seperti sebuah pulpen. Canting ini
dipakai untuk menyendok lilin cair yang panas, yang dipakai sebagain bahan
penutup atau pelindung terhadap zat warna. Sebelum pembatik melelehkan
lilin di kain putih, banyak langkah yang harus dilalui dulu oleh kain
itu. Perkerjaan persiapan berupapencelupan dalam minyak tumbuh-tumbuhan
serta larutan soda, gunanya untuk memudahkan lilin melekat dan zat warna
meresap.
Setiap kali kain hendak diberi warna lain, bagian-bagian yang
tidak boleh kena zat warna ditutup dengan lilin, sehingga makin banyak warna
yang dipakai untuk menghias kain batik, makin lama juga pekerjaan menutup
itu. Pada taraf yang penghabisan lilin dibuang dengan merebus kain dalam
air mendidih. Sesudah itu kain batik keluar dengan warna-warnanya yang
indah serta pola-polanya yang terpilih.
Sejarah Batik di Indonesia
Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat
dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah
Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada
masa-masa kerjaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan
Yogyakarta.
Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah
dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan
raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik
rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-18 atau
awal abad ke-19. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal
abad ke-20 dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia I habis atau sekitar
tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam, banyak daerah-daerah
pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi
alat perjuangan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian
Belanda.
Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas
kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja
Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja
dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh
karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian
batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan di tempatnya masing-masing.
Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat
terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah
tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya
pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik
wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil
tenunan sendiri.
Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri
dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon
mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta
garamnya dibuat dari tanahlumpur.
Jaman Majapahit
Batik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan
Majahit, dapat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah
daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal
nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan
batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan
pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan
Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari
rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat
bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati
Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.
Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang
dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon
dikabarkan di sekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka
petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal
di wilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga
membawa kesenian membuat batik asli.
Daerah pembatikan sekarang di Mojokerto terdapat
di Kwali, Mojosari, Betero dan Sidomulyo. Di luar daerah Kabupaten Mojokerto
ialah di Jombang. Pada akhir abad ke-19 ada beberapa orang kerajinan batik yang
dikenal di Mojokerto, bahan-bahan yang dipakai waktu itu kain putih yang
ditenun sendiri dan obat-obat batik dari soga jambal, mengkudu, nila tom,
tinggi dan sebagainya.
Obat-obat luar negeri baru dikenal sesudah perang
dunia I yang dijual oleh pedagang-pedagang Cina di Mojokerto. Batik cap dikenal
bersamaan dengan masuknya obat-obat batik dari luar negeri. Cap dibuat di
Bangil dan pengusaha-pengusaha batik Mojokerto dapat membelinya di pasar Porong
Sidoarjo. Pasar Porong ini sebelum krisis ekonomi dunia dikenal sebagai pasar
yang ramai, dimana hasil-hasil produksi batik Kedungcangkring dan Jetis Sidoarjo
banyak dijual. Waktu krisis ekonomi, pengusaha batik Mojoketo ikut lumpuh,
karena pengusaha-pengusaha kebanyakan kecil usahanya. Sesudah krisis kegiatan
pembatikan timbul kembali sampai Jepang masuk ke Indonesia, dan waktu
pendudukan Jepang kegiatan pembatikan lumpuh lagi. Kegiatan pembatikan muncul
lagi sesudah revolusi dimana Mojokerto sudah menjadi daerah pendudukan.
Ciri khas dari batik Kalangbret dari Mojokerto
adalah hampir sama dengan batik-batik keluaran Yogyakarta, yaitu dasarnya putih
dan warna coraknya coklat muda dan biru tua. Tempat pembatikan yang dikenal
sejak lebih dari seabad lalu adalah di desa Majan dan Simo. Desa ini juga
mempunyai riwayat sebagai peninggalan dari zaman peperangan Pangeran Diponegoro
tahun 1825.
Meskipun pembatikan dikenal sejak jaman
Majapahait namun perkembangan batik mulai menyebar pesat di daerah Jawa Tengah
Surakarta dan Yogyakata, pada jaman kerajaan di daerah ini. Hal itu tampak
bahwa perkembangan batik di Mojokerto dan Tulung Agung berikutnya lebih dipenagruhi
corak batik Solo dan Yogyakarta.
Ketika berkecamuknya clash antara tentara
kolonial Belanda dengan pasukan-pasukan pangeran Diponegoro maka sebagian dari
pasukan-pasukan Kyai Mojo mengundurkan diri ke arah timur dan sampai sekarang
bernama Majan. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga zaman kemerdekaan ini desa
Majan berstatus desa Merdikan (Daerah Istimewa), dan kepala desanya seorang
kyai yang statusnya turun-temurun. Pembuatan batik Majan ini merupakan naluri
(peninggalan) dari seni membuat batik zaman perang Diponegoro itu.
Warna babaran batik Majan dan Simo adalah unik
karena warna babarannya merah menyala (dari kulit mengkudu) dan warna lainnya
dari tom. Salah satu sentra batik sejak dahulu ada di daerah desa Sembung, yang
para pengusaha batik kebanyakan berasal dari Solo yang datang di Tulungagung
pada akhir abad ke-19. Hanya sekarang masih terdapat beberapa keluarga
pembatikan dari Solo yang menetap di daerah Sembung. Selain dari tempat-tempat
tesebut juga terdapat daerah pembatikan di Trenggalek dan juga ada beberapa di
Kediri, tetapi sifat pembatikan sebagian kerajinan rumah tangga dan babarannya
batik tulis.
Jaman Penyebaran Islam
Riwayat pembatikan di daerah Jawa Timur lainnya
adalah di Ponorogo, yang kisahnya berkaitan dengan penyebaran ajaran Islam di
daerah ini. Riwayat seni batik didaerah Ponorogo erat hubungannya dengan
perkembangan agama Islam dan kerajaan-kerajaan dahulu. Konon, di daerah Batoro
Katong, ada seorang keturunan dari kerajaan Majapahit yang namanya Raden Katong
adik dari Raden Patah. Batoro Katong inilah yang membawa agama Islam ke
Ponorogo dan petilasan yang ada sekarang ialah sebuah mesjid didaerah Patihan
Wetan.
Perkembangan selanjutanya, di Ponorogo, di daerah
Tegalsari ada sebuah pesantren yang diasuh Kyai Hasan Basri atau yang dikenal
dengan sebutan Kyai Agung Tegalsari. Pesantren Tegalsari ini selain mengajarkan
agama Islam juga mengajarkan ilmu ketatanegaraan, ilmu perang dan
kesusasteraan. Seorang murid yang terkenal dari Tegalsari dibidang sastra ialah
Raden Ronggowarsito. Kyai Hasan Basri ini diambil menjadi menantu oleh raja
Kraton Solo.
Waktu itu seni batik baru terbatas dalam
lingkungan kraton. Oleh karena putri keraton Solo menjadi istri Kyai Hasan
Basri maka dibawalah ke Tegalsari dan diikuti oleh pengiring-pengiringnya. Di
samping itu banyak pula keluarga kraton Solo belajar di pesantren ini.
Peristiwa inilah yang membawa seni batik keluar dari kraton menuju ke Ponorogo.
Pemuda-pemudi yang dididik di Tegalsari ini kalau sudah keluar, dalam
masyarakat akan menyumbangkan dharma batiknya dalam bidang-bidang kepamongan
dan agama.
Daerah perbatikan lama yang bisa kita lihat
sekarang ialah daerah Kauman yaitu Kepatihan Wetan sekarang dan dari sini
meluas ke desa-desa Ronowijoyo, Mangunsuman, Kertosari, Setono, Cokromenggalan,
Kadipaten, Nologaten, Bangunsari, Cekok, Banyudono dan Ngunut. Waktu itu
obat-obat yang dipakai dalam pembatikan ialah buatan dalam negeri sendiri dari
kayu-kayuan antara lain: pohon tom, mengkudu, kayu tinggi. Sedangkan bahan kain
putihnya juga memakai buatan sendiri dari tenunan gendong. Kain putih impor
baru dikenal di Indonesia kira-kira akhir abad ke-19.
Pembuatan batik cap di Ponorogo baru dikenal
setelah perang dunia pertama yang dibawa oleh seorang Cina bernama Kwee Seng
dari Banyumas. Daerah Ponorogo awal abad ke-20 terkenal batiknya dalam
pewarnaan nila yang tidak luntur dan itulah sebabnya pengusaha-pengusaha batik
dari Banyumas dan Solo banyak memberikan pekerjaan kepada pengusaha-pengusaha
batik di Ponorogo. Akibat dikenalnya batik cap maka produksi Ponorogo setelah
perang dunia petama sampai pecahnya perang dunia kedua terkenal dengan batik
kasarnya yaitu batik cap mori biru. Pasaran batik cap kasar Ponorogo kemudian
terkenal seluruh Indonesia.
Batik Solo dan Yogyakarta
Dari kerjaan-kerajaan di Solo dan Yogyakarta
sekitar abad 17,18 dan 19, batik kemudian berkembang luas, khususnya di wilayah
Pulau Jawa. Awalnya batik hanya sekadar hobi dari para keluarga raja di dalam
berhias lewat pakaian. Namun perkembangan selanjutnya, oleh masyarakat batik
dikembangkan menjadi komoditi perdagamgan.
Batik Solo terkenal dengan corak dan pola
tradisionalnya batik dalam proses cap maupun dalam batik tulisnya. Bahan-bahan
yang dipergunakan untuk pewarnaan masih tetap banyak memakai bahan-bahan dalam
negeri seperti soga Jawa yang sudah terkenal sejak dari dahulu. Polanya tetap
antara lain terkenal dengan “Sidomukti” dan “Sidoluruh”.
Sedangkan Asal-usul pembatikan di daerah
Yogyakarta dikenal semenjak kerajaan Mataram ke-I dengan rajanya Panembahan
Senopati. Daerah pembatikan pertama ialah di desa Plered. Pembatikan pada masa
itu terbatas dalam lingkungan keluarga kraton yang dikerjakan oleh
wanita-wanita pembantu ratu. Dari sini pembatikan meluas pada trap pertama pada
keluarga kraton lainnya yaitu istri dari abdi dalem dan tentara-tentara. Pada
upacara resmi kerajaan keluarga kraton baik pria maupun wanita memakai pakaian
dengan kombinasi batik dan lurik. Oleh karena kerajaan ini mendapat kunjungan
dari rakyat dan rakyat tertarik pada pakaian-pakaian yang dipakai oleh keluarga
kraton dan ditiru oleh rakyat dan akhirnya meluaslah pembatikan keluar dari
tembok kraton.
Akibat dari peperangan zaman dahulu baik antara
keluarga raja-raja maupun antara penjajahan Belanda, maka banyak keluarga-keluarga
raja yang mengungsi dan menetap di daerah-daerah baru antara lain ke Banyumas,
Pekalongan, dan ke daerah timur Ponorogo, Tulungagung dan sebagainya. Meluasnya
daerah pembatikan ini sampai ke daerah-daerah itu menurut perkembangan sejarah
perjuangan bangsa Indonesia dimulai abad ke-18. Keluarga-keluarga kraton yang
mengungsi inilah yang mengembangkan pembatikan ke seluruh pelosok pulau Jawa
yang ada sekarang dan berkembang menurut alam dan daerah baru itu.
Perang Pangeran Diponegoro melawan Belanda, mendesak
sang pangeran dan keluarganya serta para pengikutnya harus meninggalkan daerah
kerajaan. Mereka kemudian tersebar ke arah timur dan barat. Kemudian di
daerah-daerah baru itu para keluarga dan pengikut pangeran Diponegoro
mengembangkan batik.
Ke timur batik Solo dan Yogyakarta menyempurnakan
corak batik yang telah ada di Mojokerto serta Tulung Agung. Selain itu juga
menyebar ke Gresik, Surabaya dan Madura. Sedang ke arah Barat batik berkembang
di Banyumas, Pekalongan, Tegal, Cirebon.
DESAIN REKLAME
Pengertian
reklame
Kata reklame berasal dari Bahasa Latin, yaitu dari
kata re dan clamo. Re berarti
berulang ulang, sedangkan clamo
artinya seruan atau panggilan yang berulang-ulang. Seruan tersebut ditujukan
untuk khalayak ramai.
Tujuan reklame untuk mengajak atau memperkenalkan
barang kepada khalayak ramai agar memakai barang yang ditawarkan.
Bagi masyarakat, reklame itu bermanfaat untuk mengenal
produk-produk baru yang diperlukan dalam kehidupannya. reklame juga membantu
mensukseskan perdagangan, industri, dan perekonomian.
Media
Reklame
a. Media Suara
(Audio)
Pedangan keliling menawarkan mie ayam, roti, es bakso,
bakmi, atau sayur-mayur menggunakan alat-alat bunyi, misalnya dengan
memukul-mukul bambu, piring, atau mangkuk. Bahkan ada yang menggunakan pengeras
suara, tape recorder, atauy melalui
siaran radio.
b. Media Rupa (Visual)
Gambar rekklame yang menawarkan berbagai macam hasil
produksi. Di sekitar kita, di muka toko, di tepi jalan raya banyak terpasang
reklame cetakan dan gambar. Bentuknya bermacam-macam, ada yang berbentuk
spanduk, baliho, pamflet, dan papan rekleme.
c.
Media Suara dan Rupa (Audio Visual)
Reklame ini lebih menarik. Kita dapat mendengar suara
dan melihat gambarnya. Jadi, kita dapat mendengar suara dan melihat gambaranya.
Jadi, kita dapat menangkap dan memahami maksud tujuan reklame itu dengan mudah.
Contohnya, melihat rekleme di televisi dan
slide (promosi melalui pemutaran film) di gedung bioskop.
Jenis-jenis
Reklame
b. Reklame
Komersial
Rekleme komersial adalah reklame yang digunakan dalam
bidang niaga atau bisnis yang bertujuan mendatangkan keuntungan.
c. Reklame
Nonkomersial
Rekleme non komersial adalah rekleme yang semata-mata
tidak untuk mendatangkan keuntungan yang berupa material. Reklame ini berguna
untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar mengikuti seruan atau himbauan
tersebut. Misalnya untuk kelestarian alam, sadar hukum, menjaga kesehatan dll
Macam-Macam Produk Reklame
1. Logo
Logo bisa menjadi bagian dari bentuk rekleme yang
lain, baik sebagai insial atau lambang dari badan usaha, organisasi atau
instalasi.
2.
Stiker
Berbentuk gambar atau tulisan pada kertas atau plastik
yang ukurannya reletif kecil, bagian bawahnya berperekat. Stiker dapat berisi
slogan, kalimat bijak atau promosi produk.
3.
Advertensi
Terdapat pada surat kabar atau majalah. Isinya berupa
pengumuman atau promosi produk barang dan jasa dalam bentuk gambar dan kalimat.
4.
Pamflet
Jenis Reklame yang bentuk cetakannya reletif
sederhana. Berisi penawaran usaha atau ajakan. Penyebarannya dilakukan melalui
kendaraan atau ditempel di pinggir jalan.
5.
Poster
Bentuk cetakannya relatif lebih baik dan lebih besar
daripada pamflet. Isinya bisa bersifat komersial atau himbauan dengan gambar
dan kalimat bijak.
6.
Spanduk
Bahannya dari kain memenjang, dicetek dengan teknik
sablon. Berisi pesan, himbauan atau informasi dari yayasan atau organisasi
politik. Dibentangkan pada pagar atau antar tiang di sekitar jalan raya.
7.
Brosur
Dicetak di atas kertas yang biasanya dilipat. Berisi
tentang keadaan suatu usaha atau lembaga pendidikan agar masyarakat yang
berkepentingan dapat mengetahui kegiatan dan faktor pendukungan yang ada.
8.
Katalog
Seperti brosur, tetepi isinya daftar nama, gambar,
harga, serta keterangan lainnya tentang barang dan jasa yang ditawarkan.
Penebarannya banyak dilakukan di gerbang
pertokoan, melalui sales, atau tempat usaha yang berangkutan.
9.
Baleho
Berukuran besar terbuat dari triplek, seng, kain
tebel, atau plastik khusus pada tiang besi yang diletakkan pada perempatan
jalan strategis atau di depan gedung pertunjukan. Fungsinya mempromosikan
produk yang reletif besar atau banyak seperti perumahan, mobil, rokok, film,
dan lain-lain.
10.
Etalase
Berupa ruangan kecil berdinding kaca di depan toko
atau tempat barang dijual. Berisi display barang-barang yang dijual di toko
tersebut.
11.
Cut out display
Berbentuk tiga dimensi, berupa balon atau model barang
yang dipromosikan dalam ukuran besar yang diletakkan di tempat strategis di
sekitar toko.
12.
Neon lamp and neon box
Neon lamp terbuat dari susunan lampu pada bidang
vertikal, sehingga berbentuk gambar berwarna atau kalimat dari produk yang
dipromosikan. Ritme gelap terang lampu yang sering digunakan pada neon lamp ini
menggunakan elektronik otematis. Tidak termasuk rekleme elektronik karena tidak
ditayangkan melalui pemancar, seperti di televisi atau radio.
Syarat-syarat Pembuatan Reklame
a.
Estetis
Artinya, reklame harus memiliki bentuk huruf indah,
mudah dibaca oleh orang lain yang melihatnya. Komposisi rekleme dengan bentuk
yang menarik dan artistik.
b.
Etis
Artinya, reklame harus mengandung kalimat singkat,
jelas, dan sopan, sehingga mudah dibaca. Usahakan huruf jangan tertutup gambar,
tetapi gambar boleh sebagian kecil tertutup huruf.
c.
Persuasif
Artinya, rekleme harus menarik perhatian orang lain atau khalayak
ramai. Agar dapat memenuhi syarat tersebut, reklame dibuat dengan bagian-bagian
yang lengkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar